Penyebab varises berkaitan erat dengan melemahnya dinding atau katup pembuluh darah vena sehingga aliran darah menuju jantung tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Darah kemudian dapat mengalir kembali dan berkumpul di dalam vena, membuat pembuluh darah membesar, berkelok, serta terlihat menonjol di bawah permukaan kulit.
Varises paling sering muncul pada bagian kaki, terutama betis dan sekitar pergelangan kaki. Kondisi ini berkaitan dengan kerja vena kaki yang harus mengalirkan darah menuju jantung dengan melawan gaya gravitasi. Otot kaki dan katup kecil di dalam vena bekerja bersama untuk membantu aliran darah bergerak ke atas.
Ketika katup tersebut melemah, sebagian darah dapat bergerak kembali ke bawah. Tekanan di dalam vena kemudian meningkat dan secara perlahan membuat dinding pembuluh melebar.
Tidak semua orang dengan varises merasakan sakit. Pada sebagian orang, keluhan hanya berupa pembuluh darah berwarna biru atau ungu yang terlihat menonjol. Namun, varises juga dapat disertai rasa berat pada kaki, nyeri, gatal, pembengkakan, sensasi terbakar, hingga perubahan pada kulit.
Katup Pembuluh Darah yang Melemah Menjadi Penyebab Utama Varises
Untuk memahami penyebab varises, penting mengetahui bagaimana pembuluh darah vena bekerja. Arteri membawa darah dari jantung menuju berbagai jaringan tubuh, sedangkan vena bertugas membawa darah kembali menuju jantung.
Pada kaki, perjalanan tersebut lebih berat karena darah harus bergerak dari bagian bawah tubuh menuju atas.
Di dalam vena terdapat katup kecil yang bekerja seperti pintu satu arah. Katup membuka ketika darah bergerak menuju jantung dan kemudian menutup agar darah tidak turun kembali.
Jika katup mengalami kelemahan atau kerusakan, sebagian darah dapat bergerak ke arah sebaliknya.
Darah akhirnya berkumpul di dalam pembuluh sehingga tekanan meningkat.
Dinding Vena Dapat Meregang Akibat Tekanan
Penumpukan darah secara terus menerus memberikan tekanan pada dinding vena.
Seiring waktu, pembuluh dapat melebar dan kehilangan bentuk normalnya.
Katup yang awalnya masih mampu menutup juga dapat semakin sulit bekerja karena jarak antara sisi dinding vena bertambah.
Kondisi tersebut menciptakan lingkaran yang membuat varises semakin terlihat.
Pembuluh kemudian tampak berkelok atau menyerupai tali di bawah kulit.
Faktor Keturunan Bisa Meningkatkan Risiko Varises
Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor yang cukup kuat dalam pembentukan varises.
Seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dekat dengan varises mempunyai kemungkinan lebih besar mengalami masalah serupa.
Faktor genetik dapat berhubungan dengan kekuatan dinding vena maupun kualitas katup yang dimiliki seseorang sejak lahir.
Namun, memiliki keluarga dengan varises bukan berarti seseorang pasti akan mengalaminya.
Kebiasaan bergerak, berat badan, pekerjaan, kehamilan, usia, dan berbagai faktor lain tetap ikut berperan.
Menurut penulis, riwayat keluarga sebaiknya dilihat sebagai alasan untuk lebih memperhatikan kesehatan kaki, bukan sebagai kepastian bahwa varises tidak dapat dihindari.
Usia Membuat Katup Vena Lebih Mudah Mengalami Penurunan Fungsi
Risiko varises meningkat seiring bertambahnya usia.
Katup dan dinding vena bekerja selama bertahun tahun untuk membantu sirkulasi darah.
Seiring proses penuaan, jaringan pembuluh dapat kehilangan sebagian elastisitasnya.
Katup yang sebelumnya menutup dengan baik dapat mulai melemah sehingga tidak mampu mencegah darah bergerak kembali.
Penurunan elastisitas juga membuat vena lebih mudah mengalami pelebaran saat tekanan meningkat.
Varises Tidak Hanya Dialami Orang Lanjut Usia
Walaupun lebih umum pada usia yang semakin tinggi, varises dapat muncul pada orang yang lebih muda.
Faktor genetik, kehamilan, berat badan, aktivitas, serta pekerjaan dapat membuat keluhan muncul lebih awal.
Karena itu, pembuluh darah yang mulai terlihat menonjol pada usia muda sebaiknya tidak selalu dianggap sesuatu yang hanya berkaitan dengan penampilan.
Perhatikan apakah terdapat keluhan lain seperti kaki terasa berat atau mudah bengkak.
Berdiri Terlalu Lama Bisa Membuat Tekanan pada Vena Kaki Meningkat
Pekerjaan yang membuat seseorang berdiri dalam waktu panjang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya varises.
Ketika tubuh berdiri tanpa banyak bergerak, otot betis tidak aktif memompa darah secara optimal.
Padahal kontraksi otot betis membantu mendorong darah dari kaki menuju jantung.
Akibatnya, darah lebih mudah berkumpul di bagian bawah tubuh.
Profesi yang sering mengharuskan seseorang berdiri lama dapat mengalami kondisi tersebut jika tidak diselingi gerakan.
Bergerak Membantu Kerja Pompa Otot Betis
Berjalan membuat otot betis berkontraksi dan rileks secara berulang.
Gerakan ini membantu menekan vena dan mendorong darah ke arah jantung.
Itulah sebabnya berdiri sambil sesekali berjalan berbeda dengan berdiri diam selama berjam jam.
Jika pekerjaan mengharuskan berdiri lama, perubahan posisi dan berjalan singkat secara berkala dapat membantu menjaga sirkulasi.
Duduk Terlalu Lama Juga Bisa Menjadi Faktor Pemicu
Bukan hanya berdiri, duduk selama berjam jam tanpa bergerak juga dapat memperlambat aliran darah pada kaki.
Kebiasaan ini banyak ditemukan pada pekerja kantor, pengemudi, serta orang yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer.
Posisi kaki yang hampir tidak berubah membuat pompa otot betis bekerja lebih sedikit.
Darah kemudian lebih mudah tertahan di bagian bawah tubuh.
Karena itu, masalah vena tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan yang mengharuskan seseorang terus berdiri.
Bangun dari Kursi Secara Berkala Bisa Membantu
Pekerja yang menghabiskan banyak waktu dengan duduk dapat mencoba berdiri dan berjalan secara berkala.
Gerakan sederhana seperti berjalan menuju toilet, mengambil air minum, atau bergerak di sekitar ruangan sudah membuat otot kaki kembali bekerja.
Pergelangan kaki juga dapat digerakkan ketika masih duduk.
Tujuannya adalah menjaga agar kaki tidak berada dalam posisi benar benar diam terlalu lama.
Berat Badan Berlebih Memberikan Tekanan Tambahan pada Pembuluh Darah
Kelebihan berat badan termasuk salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko varises.
Berat tubuh yang lebih tinggi memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah, terutama di bagian kaki.
Vena harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan darah menuju jantung.
Jika dinding atau katup pembuluh sudah memiliki kelemahan, tambahan tekanan dapat mempercepat terbentuknya pelebaran vena.
Menjaga berat badan dalam rentang sehat juga memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung, sendi, dan metabolisme tubuh.
Penurunan Berat Badan Tidak Langsung Menghilangkan Vena yang Sudah Membesar
Seseorang yang telah mempunyai varises cukup besar tidak sebaiknya mengharapkan pembuluh tersebut langsung menghilang hanya dengan menurunkan berat badan.
Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi beban pada vena dan keluhan tertentu.
Namun, pembuluh yang sudah mengalami perubahan struktur mungkin membutuhkan penilaian atau tindakan medis jika menimbulkan masalah.
Dokter dapat menentukan pilihan sesuai ukuran, lokasi, dan tingkat gangguan vena.
Kehamilan Bisa Membuat Varises Lebih Mudah Muncul
Varises cukup sering muncul selama kehamilan.
Tubuh ibu mengalami berbagai perubahan, termasuk peningkatan volume darah untuk mendukung pertumbuhan janin.
Pada saat yang sama, perubahan hormon dapat membuat dinding vena lebih mudah meregang.
Rahim yang semakin membesar juga dapat memberikan tekanan terhadap pembuluh di area panggul sehingga perjalanan darah dari kaki menuju jantung menjadi lebih berat.
Kombinasi tersebut dapat membuat vena pada kaki semakin terlihat.
Varises Kehamilan Bisa Berkurang Setelah Melahirkan
Pada sebagian perempuan, varises yang muncul selama kehamilan dapat mengecil setelah persalinan.
Tubuh secara bertahap kembali mengalami perubahan setelah kehamilan selesai.
Namun, tidak semua varises akan menghilang sepenuhnya.
Kehamilan berulang juga dapat membuat kemungkinan varises semakin tinggi.
Ibu hamil dengan keluhan berat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan langkah yang aman selama kehamilan.
Perubahan Hormon Ikut Memengaruhi Dinding Vena
Hormon tertentu dapat membuat dinding vena menjadi lebih rileks.
Hal ini menjadi salah satu alasan varises lebih banyak ditemukan pada perempuan.
Perubahan hormon dapat terjadi menjelang menstruasi, selama kehamilan, maupun ketika memasuki menopause.
Obat hormonal tertentu juga dapat menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan.
Namun, seseorang tidak sebaiknya menghentikan obat kontrasepsi atau terapi hormonal sendiri hanya karena khawatir terhadap varises.
Diskusikan dengan dokter apabila terdapat keluhan atau faktor risiko lain.
Riwayat Trombosis Vena Dalam Bisa Berhubungan dengan Varises
Trombosis vena dalam atau DVT merupakan kondisi ketika terbentuk bekuan darah pada vena dalam.
Bekuan tersebut dapat merusak katup vena.
Setelah kejadian DVT, sebagian orang dapat mengalami gangguan aliran darah vena dalam jangka panjang.
Tekanan pada vena kemudian meningkat dan pembuluh yang berada dekat permukaan kulit dapat ikut mengalami pelebaran.
Riwayat DVT menjadi informasi penting yang perlu disampaikan kepada dokter ketika seseorang memeriksakan varises.
Bengkak Mendadak pada Satu Kaki Perlu Mendapat Perhatian
Varises biasa tidak boleh digunakan untuk menjelaskan setiap pembengkakan pada kaki.
Jika satu kaki tiba tiba membengkak, terasa nyeri, hangat, atau berubah warna, pemeriksaan medis perlu dilakukan karena kondisi tersebut dapat berhubungan dengan masalah lain termasuk pembekuan darah.
DVT memerlukan penanganan yang berbeda dari varises biasa.
Bekuan pada vena dalam berpotensi berpindah menuju paru sehingga membutuhkan perhatian medis segera.
Kurang Bergerak Membuat Sirkulasi Kaki Tidak Optimal
Gaya hidup dengan aktivitas fisik sangat rendah dapat menurunkan kerja pompa otot kaki.
Otot betis bukan hanya berfungsi untuk berjalan.
Kontraksinya juga berperan dalam membantu mengalirkan darah vena menuju jantung.
Ketika seseorang lebih banyak duduk dan jarang berjalan, bantuan dari otot tersebut menjadi lebih sedikit.
Berjalan, berenang, bersepeda, dan berbagai aktivitas ringan dapat membantu mengaktifkan otot kaki.
Jenis aktivitas tetap perlu menyesuaikan kemampuan tubuh dan kondisi kesehatan setiap orang.
Kebiasaan Merokok Dapat Berkaitan dengan Masalah Pembuluh Darah
Penggunaan tembakau berhubungan dengan berbagai gangguan pada pembuluh darah.
Zat dalam rokok dapat memengaruhi kesehatan lapisan pembuluh serta sistem peredaran darah.
Beberapa sumber medis juga memasukkan penggunaan tembakau sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan gangguan vena.
Berhenti merokok memberikan manfaat luas yang tidak terbatas pada pembuluh vena.
Jantung, paru, serta pembuluh darah di seluruh tubuh juga memperoleh keuntungan.
Varises Paling Sering Muncul di Betis dan Pergelangan Kaki
Varises dapat terjadi pada vena yang berada dekat permukaan kulit, tetapi kaki merupakan lokasi yang paling umum.
Hal ini berkaitan dengan tekanan gravitasi serta jaraknya dari jantung.
Pada awalnya, pembuluh mungkin hanya terlihat lebih jelas dari biasanya.
Seiring perkembangan kondisi, vena dapat membesar, berwarna biru atau ungu, dan terlihat berkelok.
Sebagian orang juga mengalami pembuluh kecil menyerupai jaring yang dikenal sebagai spider veins.
Spider Veins Tidak Sama Persis dengan Varises
Spider veins biasanya berukuran lebih kecil dan berada sangat dekat dengan permukaan kulit.
Warnanya dapat merah, biru, atau ungu dan bentuknya menyerupai jaring atau cabang tipis.
Varises mempunyai ukuran lebih besar dan sering terlihat menonjol.
Keduanya dapat muncul secara bersamaan, tetapi penanganannya tidak selalu sama.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan jika perubahan pembuluh membuat seseorang merasa khawatir.
Kaki Terasa Berat Bisa Menjadi Gejala Varises
Varises tidak selalu menimbulkan rasa sakit.
Namun, ketika keluhan muncul, penderita dapat merasakan kaki berat atau pegal terutama pada akhir hari.
Keluhan sering terasa lebih jelas setelah berdiri atau duduk terlalu lama.
Sensasi terbakar, berdenyut, kram, gatal, dan pembengkakan juga dapat muncul.
Mengangkat kaki ketika beristirahat terkadang membantu mengurangi rasa tidak nyaman karena memudahkan aliran darah kembali.
Keluhan Bisa Memburuk Menjelang Sore
Setelah seharian berdiri atau duduk, darah lebih banyak mengalami tekanan di bagian bawah tubuh.
Karena itu, penderita varises dapat merasa relatif nyaman pada pagi hari tetapi mulai mengalami berat dan bengkak menjelang sore.
Pola seperti ini dapat menjadi salah satu informasi yang berguna ketika berkonsultasi dengan dokter.
Catat kapan keluhan muncul dan aktivitas apa yang membuatnya memburuk.
Perubahan Kulit Menunjukkan Varises Perlu Lebih Diperhatikan
Varises yang berlangsung lama dapat disertai perubahan pada kulit di sekitar vena.
Kulit dapat menjadi lebih gelap, terasa gatal, kering, atau mengalami peradangan.
Pada kondisi yang lebih berat, luka dapat muncul terutama di sekitar pergelangan kaki.
Luka akibat gangguan vena dapat membutuhkan waktu lama untuk sembuh karena sirkulasi pada area tersebut tidak bekerja dengan baik.
Pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan sebelum kondisi berkembang semakin berat.
Menurut penulis, varises sebaiknya tidak hanya dinilai dari penampilan pembuluh darah, sebab rasa sakit, pembengkakan dan perubahan kulit dapat memberikan informasi lebih penting mengenai kondisi vena.
Varises yang Berdarah Membutuhkan Pertolongan Medis
Vena yang membesar dapat berada sangat dekat dengan permukaan kulit.
Pada keadaan tertentu, pembuluh dapat mengalami perdarahan setelah terkena benturan atau luka kecil.
Perdarahan pada varises perlu ditangani dengan benar.
Tekan area menggunakan kain bersih dan cari bantuan medis apabila perdarahan sulit berhenti.
Jangan menganggapnya sebagai luka biasa hanya karena sumber darah terlihat kecil.
Pemeriksaan Dokter Bisa Menilai Aliran Darah di Vena
Dokter biasanya memulai dengan melihat dan meraba bagian kaki yang mengalami perubahan.
Pasien dapat diminta berdiri agar bentuk vena terlihat lebih jelas.
Dokter juga akan menanyakan rasa sakit, pembengkakan, riwayat keluarga, pekerjaan, kehamilan, serta penyakit yang pernah dialami.
Pada kondisi tertentu, pemeriksaan ultrasonografi dapat digunakan untuk melihat aliran darah dan fungsi katup vena.
Pemeriksaan ini juga membantu mengetahui apakah terdapat gangguan pada pembuluh yang lebih dalam.
Tidak Semua Varises Membutuhkan Operasi
Penanganan varises bergantung pada tingkat keluhan dan hasil pemeriksaan.
Pada kasus ringan, perubahan aktivitas, olahraga, menjaga berat badan, mengangkat kaki saat beristirahat, serta penggunaan stoking kompresi berdasarkan anjuran tenaga kesehatan dapat membantu.
Jika keluhan lebih berat, tersedia beberapa prosedur medis.
Dokter dapat menggunakan teknik untuk menutup pembuluh bermasalah sehingga darah dialihkan melalui vena yang masih sehat.
Metode yang dipilih akan menyesuaikan ukuran dan lokasi vena serta kondisi pasien.
Pencegahan Berfokus pada Menjaga Pergerakan dan Mengurangi Tekanan Vena
Tidak seluruh faktor penyebab varises dapat dikendalikan.
Usia, jenis kelamin biologis, serta riwayat keluarga tidak dapat diubah.
Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga aliran darah.
Berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, serta menghindari duduk atau berdiri tanpa bergerak selama waktu panjang merupakan langkah yang dapat dilakukan.
Saat beristirahat, kaki dapat dinaikkan agar posisinya lebih tinggi untuk membantu aliran darah.
Pakaian yang sangat ketat pada bagian tertentu juga sebaiknya tidak digunakan terus menerus jika mengganggu kenyamanan dan pergerakan.
Rasa Nyeri yang Terus Menerus Tidak Sebaiknya Diabaikan
Varises sering dianggap hanya persoalan penampilan karena pembuluh terlihat jelas dari luar.
Namun, seseorang perlu memperhatikan apabila nyeri semakin sering muncul, kaki terus membengkak, kulit berubah warna, muncul luka, atau vena terasa keras dan sangat sakit.
Keluhan tersebut dapat menunjukkan gangguan vena yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pembengkakan mendadak pada satu kaki, rasa hangat, nyeri berat, sesak napas, atau nyeri dada membutuhkan pertolongan medis segera karena gejalanya dapat berkaitan dengan pembekuan darah yang lebih serius.
Mengenali penyebab varises sejak awal membantu seseorang memahami mengapa pembuluh darah dapat membesar serta faktor apa saja yang dapat memperburuknya. Aktivitas sehari hari, berat badan, pekerjaan, kehamilan, perubahan hormon, usia, dan riwayat keluarga semuanya dapat berperan, sementara sumber utamanya tetap berkaitan dengan gangguan pada dinding atau katup vena yang membuat darah berkumpul di dalam pembuluh.






